Ziarah Rohani Lampung Palembang
Sebagai ucapan syukur atas ulang tahun Romo moderator Lansia Simeon Hana PKKC RD Robertus Eeng Gunawan ada niatan untuk melaksanakan ziarah rohani. Maka dibentuklah kepanitiaan ziarah rohani Lampung Palembang. Selanjutnya dilaksanakan segala sesuatu yang perlu untuk mendukung pelaksanaan ziarah ini.
Flayer dan google form untuk promosi dan pendaftaran peserta mulai disebar. Namun hanya beberapa orang saja yang mengisi gogle form, lebih banyak yang mendaftar secara langsung ke panitia atau diinfokan melalui whatsapp grup. Sumber dana pelaksaan ziarah ini terutama dari pertisipasi peserta masing-masing Rp.1.950.000,. Selanjutnya panitia mencari donatur.
Rapat pertama panitia untuk membahas detail pelaksaan acara dilaksanakan Hari Sabtu tanggal 31 Agustus 2024 di Mr Yos Bakery & Cafe Cibinong. Semua yang disepakati dalam pertemuan ini kemudian dipaparkan kembali pada pertemuan kedua dengan seluruh peserta ziarah di Bukit Jaya Billiard & Cafe Jalan Raya Tapos, dekat gereja PKKC.
Setelah selesai sosialisasi kepada seluruh peserta ziarah, maka tibalah hari keberangkatan dengan titik kumpul gereja PKKC.
Pelaksanaan ZiarahLampung Palembang
Berikut adalah timeline realisasi perjalanan ziarah ini :
- Diawali dengan doa dan yel-yel serta foto bersama di depan gereja PKKC
- Berangkat Hari Kamis 12 September 2024 Pukul 19:30 dari PKKC dengan 1 bus, dan 1 mobil hiaci. Bagasi penuh sehingga barang sebagian diletakkan di bagian dalam bus, di sela-sela bangku dan lorong tengah.
- Masuk toll pukul 19:40, pembawa acara Ibu Christin Bardjo, diawali dengan pengantar renungan dan rosario. Ada keceriaan dengan nyanyi bersama di dalam bus di awal perjalanan ini.
- Rosario Pukul 19:50 oleh ibu Yuli
- Pukul 21 istitahat dan ke toilet di Serang. Pukul 22:00 melanjutkan perjalanan, diiringi dengan nyanyi karaoke bersama di dalam bus.
- Pukul 23 kita tiba di pelabuhan Merak dan naik kapal di dek 1. Proses perjuangan khusus bagi beberapa orang untuk naik tangga ke dek 2. Bahkan Siska-Vitus harus didukung dengan bantuan tabung oksigen.
- Hari Jumat Tanggal 13 September 2024 pukul 2:30 sampai di Bakahuni turun dari kapal, melanjutkan perjalanan menuju Palembang
- Pukul 3:00 tiba di tempat istitahat rest area yang pertama untuk MCK. Sebagian yang belum terbiasa sarapan pada dini hari seperti ini membungkus sarapan bagi mereka untuk dibawa ke dalam bus. Waktu yang cukup panjang memungkinkan untuk sebagian peserta merebahkan diri di lantai dua rumah makan ini.
- Pukul 5:36 berangkat dari rest area pertama toll Lampung. Dalam perjalanan ini ada kendala mesin bus, jadi kita berhenti di pinggir jalan beberapa menit. Tidak lama kemudian pukul 6.23 busnya ada kendala kembali, berhenti kembali di pinggir jalan, bus mogok kedua kalinya di km 38. Ada bagian sparepart mesin bus yang harus diperbaiki.
- Pukul 7:25 permasalahan bus selesai, perjalanan dilanjutkan kembali dari km 38.
- Pukul 7:40 kita berhenti di rest area kedua.
- Pukul 11 singgah lagi di rest area.
Via Crucis Sukamoro
Pukul 13:54 tiba di Via Crucis Sukamoro, inilah lokasi peziarahan pertama yang kita tuju.
Diawali dengan makan siang dan foto bersama dengan para Bapak polisi yang mengawal perjalanan kita dari kota Palembang menuju lokasi Via Cruscis Sukamoro.
Lanjut jalan salib dengan 14 perhentian. Renungan dan doa Jalan salib dibacakan secara bergantian oleh peserta dipimpin oleh Pasutri Christin-Bardjo. Jalan salib diakhiri di perhentian ke-14. Walau route jalan salib ini terkesan singkat, namun suasananya dan route jalan salibnya cukup bagus, semua jalan dilapisi marmar, ada tangga turun, dan ada jalan miring untuk pengguna kursi roda. Walau memang dari pelataran awal tugu masuk Via Crucis Sukamoro ini ada tangga naik yang tidak menyediakan akses jalan bagi pengguna kursi roda, namun dari perhentian pertama hingga perhentian ke-14 bisa diakses dengan kursi roda.
Dilanjutkan dengan doa bersama di gua Maria Podomoro Bunda Belas Kasih. Doa dipimpin oleh Ibu Christin Subardjo dan diselingi oleh beberapa orang peseta. Di taman doa ini juga dibacakan intensi doa sejumlah peserta ziarah. Setelah doa bersama dilakukan foto bersama dengan latar belakang Gua Maria Podomoro Bunda Belas Kasih.
Selanjutnya misa di Kapel St Yohanes Maria Vianey. Misa dipimpin oleh Romo RD Robertus Eeng Gunawan.
Panti Werdha Sumarah
Selesai misa, kita berkunjung ke panti Werdha Sumarah, yang dikelola oleh yayasan sosial Pansos Bodronoyo Sukamoro. Disini kita mengunjungi para lansia yang tinggal satu orang satu 1 kamar di tiga blok bangunan yang berbeda. Lokasi di belakang panti masih ada area terbuka untuk berkebun dan beternak.
Setelah berkunjung ke masing-masin kamar, bertegur sapa dengan para penghuni kamar panti, dan juga memberikan sumbangan dari para anggota peziarah, selanjutnya foto bersama dengan perwakilan pengurus yayasan.
Mengakhiri kunjungan ke lokasi Via
Crusis Sukamoro, kita foto bersma di depan bus di halaman dan di bagian depan
Taman Doa Via Cruscis Sukamoro
Taman Belas Kasih
Karena waktu yang sudah magrib, maka tidak banyak aktivitas yang kita lakukan di Taman Belas Kasih ini. Hanya sekedar foto saja, karena waktu difokuskan untuk mengejar tiba di hotel Grand Duta.
Hotel Grand Duta
Perjalanan dilanjutkan menuju hotel Grand Duta. Tiba di hotel Grand Duta pukul 19, semua menginap di lantai 4. Setelah selesai beres-beres di kamar, dan mandi, turun ke lantai 1, masuk gedung pertemuan untuk perayaan ulang tahun ke 63 RD Robertus Eeng Gunawan. Sambutan dari panitia, potong kue, makan bersama, dan nyanyi serta joget bersama. Ada moment pemberian hadiah kenangan ulang tahun bagi Romo Eeng, baik secara pribadi maupun perwakilan komunitas, seperti ME, lansia Simeon Hana.
Hari Sabtu Tanggal 14 September 2024 Pulul 5:30 olahraga pagi di lantai 5 hotel Grand Duta, tensi sambil olahraga. Olah raga dibantu dengan musik dari youtube yang diputar di HP. Walau hanya sekitar setengah jam dan dihadiri oleh beberapa saja, namun cukuplah mewakili para peserta, karena tidak semua siap untuk olahraga pagi. Semoga yang ikut olahraga pagi semakin sehat.
Selesai olah raga, turun ke kamar masing-masing untuk mandi dan makan pagi pada pukul 6:30
Pulau Kemaro
Pukul 8:30 berangkat menuju pulau Kemaro. Diawali dengan foto bersama di lapangan di pinggiran sungai Musi. Foto dengan latang belakang sungai Musi serta jembatan Ampera.
Selanjutnya kita naik 2 perahu menuju Pulau Kemaro. Pulau Kemaro berada di sisi sungai Musi dekat pabrik Pupuk Sriwijaya. Jadi pulau ini terkesan sebagai delta yang terbentuk karena aliran sungai Musi. Sehingga ada dua aliran air yang mengapit pulau ini, dan aliran air itu sama-sama aliran air sungai Musi.
Setelah tiba di Pulau Kemaro, kita foto bareng di sekitar pintu masuk dari dermaga perahu. Selanjutnya fokus foto bersama di sekitar bagian depan pagoda.
Legenda Pulau Kemaro
Legenda Pulau Kemaro dituliskan dalam sebuah loh batu besar yang tertulis sebbagai berikut : Ada seorang putri raja bernama Siti Fatimah yang disunting oleh saudagar Tionghoa yang bernama Tan Bun An pada zaman kerajaan Palembang.
Siti Fatimah diajak ke daratan Tiongkok untuk melihat orangtua Tan Bun An. Setelah disana beberapa waktu, Tan Bun An beserta istri pamit pulang ke Palembang, dan dihadiahi 7 buah guci.
Sesampai di perairan Musi, dekat Pulau Kemaro, Tan Bun An mau melihat hadiah yang diberikan. Begitu dibuka Tan Bun An kaget sekali. Isinya sawi-sawi asin. Tanpa banyak berpikir, dibuangnya ke sungai.
Tapi guci yang terakhir terjatuh dan pecah di atas dek perahu layar. Ternyata ada hadiah yang tersimpan di dalamnya. Tan Bun An tidak banyak berpikir, ia langsung melompat ke sungai untuk mencari guci-guci tadi. Seorang pengawal juga terjun untuk melihat. Dua orang tersebut tidak muncul. Siti Fatimah pun ikut lompat untuk menolong. Ternyata tiga-tiganya tidak muncul lagi.
Penduduk sekitar pulau sering mendatangi Pulau Kemaro untuk mengenang ketiga orang tersebut. Dan tempat tersebut dianggap sebagai tempat yang sangat keramat sekali.
Gereja St John Paul II
Setelah pulang dari pulau Kemaro, perjalanan dilanjutkan untuk misa di Gereja St John Paul II. Gereja ini merupakan fasilitas dari Sport Center Jakabaring.
Jadi disana dibangun berjejer dan berdampingan dalam garis lurus di sisi jalan semua rumah ibadat, mulai dari klenteng, Christian Church, Vihara Satya Dharma Sriwijaya Jakabaring, Masjid Nur Al Dien, Pura Kahyangan Swarnadwipa, Catholic Church of St John Paul II Jakabaring Palembang.
Di bagian depan di sisi pagar ke jalan raya terlihat plang nama : Rumah Ibadah JSC Palembang
Pengrajin Songket Khas Palembang
Pukul 16 kita meninggalkan Jakabaring Sport Center, kemudian singgah di toko dan pengrajin songket.
Di lokasi ini kita bisa menyaksikan pengrajin songket sedang bertenun, sehingga kita bisa tahu proses pembuatan tenunan songket. Segala jenis songket dengan berbagai corak dan bahan bisa kita lihat dan beli disini.
Tersedia juga sovenir berupa kerajinan dari bahan songket. Bahkan sampai miniatur Jembatan Ampera juga tersedia disini.
Kemudian beli oleh-oleh pempek pukul
18
Tiba di hotel Grand Duta pukul 19:15
Gereja Katedral St Maria Palembang
Hari Minggu Tanggal 15 September 2024 Pukul 6:20 kita meninggalkan hotel Grand Duta menuju katedral Palembang. Pukul 6:25 kita sampai di katedral
Misa dipimpin oleh Bapa Uskup Palembang, dan RD Robertus Eeng Gunawan ikut sebagai konselebran dalam perayaan misa Pukul 7:00 tersebut.
Setelah misa masih banyak waktu luang untuk foto-foto, minta berkat dan didoakan oleh romo paroki katedral, dan juga berkunjung ke toko rohani milik katedral.
Perjalanan Menuju Bandar Lampung
Kita meninggalkan gereja katedral Palembang pukul 9 40, dan masuk toll pukul 10:43. Berhenti di rest area pertama pukul 11.50, keluar toll pukul 13.20 langsung makan siang di RM Dio Jaya. Pukul 14:30 perjalanan kembali dilanjutkkan masuk toll. Bayar dan keluar toll 15:45
Gua maria Mariam Perempuan Unruk Semua Manusia
Pukul 17:50 mulai doa rosario di di Gua Maria : MariamPerempuan untuk Semua Manusia, Padang Bulan Paroki Pringsewu Bandar Lampung
Ada sumur mata air jernih di kereng bukit, di bagian bawah Gua Maria : Mariam Perempuan untuk Semua Manusia. Airnya bisa kita timba untuk diminum.
Panti Werda Griya Nugraha
Selanjutnya kita menuju hotel, tiba pukul 21:00 di Grand Deluxury Hotel.
Setelah menginap semalam, pagi harinya Hari Senin Tanggal 16 September 2024 pukul 5:50 panitia menuju Panti Werda Griya Nugraha. Pukul 6:30 kita keluar dari panti werda, saat dikunjungi para lansia sedang ibadat dan makan pagi. Panitia menitipkan sumbangan dari para peziarah kepada suter perwakilan Panti Werda Griya Nugraha.
Setelah pulang dari Panti Werda Griya Nugraha, panitia kembali ke hotel, dan bersama seluruh peserta peziarah meninggalkan Grand Deluxe Hotel pukul 7.00
Wisata Pulau Pahawang
Pukul 8:04 tiba di dermaga Ketapang
Pukul 8:37 meninggalkan dermaga
Ketapang menuju Pahawang
Pukul 9:15 tiba di pulau Pahawang.
Pukul 10:14 meninggalkan pulau Pahawang menuju Pahawang besar untuk makan siang
Pukul 10:43 tiba di pulau Pahawang besar
untuk makan siang
Pukul 11:43 meninggalkan pulau Pahawang
besar
Pukul 11:56 tiba di pulau kecil foto-foto dan ada yang mandi
Pukul 12:27 meninggalkan pulau kecil menuju pelabuhan awal di dermaga Ketapang
Pukul 13:03 tiba di dermaga Ketapang
Pukul 14:45 singgah pusat oleh-oleh
khas Palembang
Rumah Khalwat Ngison Nando
Pukul 17:45 tiba di taman doa Rumah KhalwatNgison Nando
doa di gua maria lalu makan goreng dan
ubi di basemen sustéran
Perjalanan Pulang Menuju PKKC
Pukul 18:35 menuju Bakahuni
Pukul 19:20 baru masuk toll
Pukul 19:24 keluar toll
Pukul 19:30 tiba di Bakahuni
Pukul 20:47 kita naik kapal, syukur mobil hiaci bisa naik dek 2 dan kebetulan ada tempat duduk di depan ruang informasi.
Pukul 23:25 kapal berangkat menuju Merak
Pukul 1:20 Hari Selasa 17 September 2024 sandar di pelabuhan Merak. Pukul 1.24 turun dari kapal
Pukul 1:37 masuk toll
Pukul 4 tiba di PKKC. kursi roda dikembalikan ke teras pintu samping kiri gereja
Demikian secara singkat timeline perjalanan ziarah ini, semoga bermanfaat sebagai referensi laporan kegiatan.

Komentar
Posting Komentar